
37% Transaksi E-Commerce Kini dari Konten: Seller Marketplace Harus Ubah Strategi Sekarang
Ada pergeseran besar yang sedang terjadi di marketplace Indonesia. Data terbaru Momentum Works mengungkap fakta yang mengubah cara seller harus berpikir: content commerce kini menyumbang 37% dari total GMV e-commerce di Asia Tenggara, naik drastis dari hanya 20% pada 2024 .
Angka ini bukan sekadar statistik. Ini peta medan perang baru. Shopee, TikTok Shop, dan Lazada mencatat GMV content commerce gabungan mencapai $49,7 miliar pada 2025, tumbuh 98% year-on-year . Pada semester I-2026 saja, transaksi sudah menembus $33,8 miliar, dan diproyeksikan mencapai $77,9 miliar hingga akhir tahun .
Artinya jelas: seller yang hanya mengandalkan katalog statis akan tertinggal. Di sinilah Lion Buzzers hadir untuk membantu akun marketplace Anda mendapatkan views, likes, dan engagement yang dibutuhkan agar konten Anda masuk ke jalur distribusi algoritma.
Shopee Masih Raja, TikTok Shop Jadi Gerbang Discovery
Survei terbaru Snapcart terhadap 888 responden di seluruh Indonesia mengonfirmasi dominasi Shopee yang tak terbantahkan: 73% responden menjadikannya platform belanja utama . TikTok Shop menyusul di posisi kedua dengan 16%, disusul Tokopedia (7%) dan Lazada (3%) .
Namun data APJII 2026 menunjukkan tren yang lebih dinamis. Pengguna Shopee turun dari 53,2% (2025) menjadi 47,5%, sementara TikTok Shop melonjak dari 27,4% menjadi 33,4%—kenaikan terbesar di antara semua platform .
Kesimpulannya: Shopee tetap mesin konversi terkuat, TikTok Shop menjadi pintu masuk discovery terbesar. Seller yang cerdas memanfaatkan keduanya secara bersamaan. Lion Buzzers mendukung pertumbuhan followers, views, dan engagement di kedua ekosistem ini secara simultan.
Tabel: Peta Persaingan Marketplace Indonesia 2026
Menariknya, GMV gabungan Tokopedia dan TikTok Shop justru tumbuh 37% YoY pada semester I-2026, dengan jumlah pesanan melonjak 75% . Eksekutif Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menyatakan: "Konsumen kini tidak lagi hanya datang ke platform untuk mencari produk yang sudah mereka tentukan sebelumnya. Mereka semakin banyak menemukan produk baru melalui konten video, LIVE Shopping, serta rekomendasi dari kreator dan afiliasi" .
Live Shopping: Mesin Omzet yang Butuh Penonton
Momentum Works menyebut live commerce telah bergerak dari eksperimen menjadi infrastruktur. Bagi banyak brand, pertanyaannya bukan lagi "apakah harus live", tapi "seberapa besar kapasitas operasional yang harus dibangun" .
Mala, pelaku UMKM kuliner, membagikan pengalamannya: "Dulu kita cuma menjual dengan titip ke toko-toko orang dan ada potongannya lagi. Tapi sejak rajin ikut sesi live streaming dan memanfaatkan program afiliasi, jangkauan pembeli malah meluas sampai ke luar pulau. Kuncinya ada di konsistensi dan keberanian untuk tampil di kamera" .
Tapi ada syarat mutlak: live tanpa penonton sama saja dengan berbicara ke dinding. Algoritma hanya akan mendorong live Anda ke lebih banyak orang jika ada cukup views dan interaksi sejak awal. Lion Buzzers menyediakan layanan peningkatan views dan engagement untuk live shopping Anda di Shopee Live, TikTok Shop, dan platform lainnya.
Peringatan Penting: AI Live Sedang Mengubah Peta Persaingan
Momentum Works mengungkap data yang mengkhawatirkan sekaligus membuka peluang. Dalam beberapa kasus, AI live operation hanya memakan biaya 20-25% dari operasi manusia, namun menghasilkan sekitar 80% GMV per jam dibanding livestream manusia .
Artinya, kemampuan yang dulu butuh bertahun-tahun untuk dibangun kini bisa direplikasi dengan teknologi. Pertanyaannya bukan lagi "bisa live atau tidak", tapi "apa yang membuat brand Anda tetap unik ketika semua orang punya akses ke kemampuan operasional yang sama?" .
Lion Buzzers membantu brand membangun fondasi engagement yang otentik—bukan sekadar angka—sehingga Anda tetap punya keunggulan kompetitif di tengah normalisasi pasar.
Permendag 19/2026: Peluang Baru untuk Produk Lokal
Pemerintah Indonesia resmi mewajibkan marketplace memprioritaskan Produk Dalam Negeri (PDN) dalam sistem pencarian, rekomendasi, dan pemeringkatan . Permendag 19/2026 tidak mengatur algoritma secara teknis, tetapi mewajibkan platform memastikan produk lokal muncul di urutan atas halaman utama .
Bagi seller lokal, ini adalah angin segar. Tapi tetap ada syarat: produk lokal yang tidak punya social proof akan tetap tenggelam di antara ribuan produk lain yang juga ingin memanfaatkan kebijakan ini. Followers, likes, dan engagement tetap menjadi faktor penentu apakah algoritma akan merekomendasikan produk Anda atau tidak.
Empat Tren yang Wajib Diantisipasi Seller 2026
1. Konten "Kurang Poles" Justru Menang. Video bergaya kreator, storytelling santai, dan iklan yang tidak terasa seperti iklan mendapat engagement lebih tinggi daripada produksi studio yang kaku .
2. Afiliasi & Kreator Sebagai Kekuatan Utama. Memiliki produk bagus saja tidak cukup. Penjual yang mengandalkan ekosistem affiliate marketing mencatat lonjakan penjualan tanpa biaya iklan besar di awal . Lion Buzzers membantu memperkuat visibilitas akun Anda agar lebih menarik bagi kreator dan afiliator.
3. AI Sebagai Standar Baru. 79% UMKM Indonesia sudah memakai AI di platform digital mereka, dan 73% marketer menjadikan video pendek sebagai prioritas utama .
4. Niche Product & Ramah Lingkungan. Produk thrift, makanan olahan lokal, dan perlengkapan ramah lingkungan semakin diminati Gen Z dan Milenial .
Kesimpulan: Konten Adalah Jualan, Engagement Adalah Bensinnya
Semua data mengarah ke satu kesimpulan: era katalog statis sudah berakhir. Content commerce kini menyumbang lebih dari sepertiga transaksi marketplace, dan angkanya terus tumbuh. Shopee tetap mesin konversi, TikTok Shop menjadi gerbang discovery, dan live shopping bukan lagi opsi—tapi keharusan.
Tapi di balik semua perubahan ini, satu hal tetap konstan: konten Anda tidak akan berfungsi jika tidak ada yang melihatnya. Followers, views, likes, dan engagement adalah bahan bakar yang membuat algoritma bekerja untuk Anda, bukan melawan Anda. Lion Buzzers menyediakan layanan digital growth & engagement untuk Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, Threads, Shopee, Tokopedia, Lazada, dan platform digital lainnya. Mulai dari followers, views, likes, comments, shares, hingga Google Maps review untuk reputasi online yang lebih kuat.
Toko Anda Sudah Bagus, Tapi Kontennya Tidak Dilihat Siapa Pun?
Tingkatkan followers, views, dan engagement akun marketplace Anda bersama Lion Buzzers sekarang.
Kunjungi Lion Buzzers →Lion Buzzers — Digital Growth & Engagement Partner untuk Seller Marketplace Indonesia.
Comments
Post a Comment